Sunday, February 14, 2016

Easy Like Sunday Morning

30 Desember 2013
Ini alamat sama nomor telponnya, ucap Bunda saat berhasil menemukan alamat dan nomor telpon Bakpia Kurnia sari. Langsung deh Ayah cari alamat yang diberikan Bunda di Gmaps,ups tapi kok nama jalan glagahsari ngak ketemu ya, yang ketemu justru jalan ringroad utara. Tapi posisinya dimana, ringroad utara kan jalannya panjang dan lebar, bisa rempong nyari tokonya nih, mana Ayah ngak begitu paham jalan-jalan di Jogja.
Cari-cari lagi informasi letak Bakpia Kurnia sari di internet, alhamdulillah ketemu dan setelah di bandingkan dengan informasi dari temen Bunda, posisinya cocok.
31 Desember 2013
Sebelum berangkat menuju candi Prambanan, diputuskan untuk mampir sejenak ke toko Bakpia Kurnia sari yang ada di ring road utara, setelah sedikit nyasar masuk kampus UGM, akhirnya sampai juga ke toko Bakpia yang satu ini.
image
Ini dia penampakan tokonya
Awalnya Ayah sudah senang, karena berhasil menemukan salahsatu lokasi Bakpia, namun raut muka gembira segera berganti menjadi raut muka kecewa, saat bunda bilang, Bakpianya habis dan tidak bisa pesan, karena pesanan sudah penuh sampai tanggal 4 January 2014. kalau berminat, nanti sore diminta datang lagi, dan biasanya waktu sore, akan ada antrian yang membeli bakpia ini.
Sejak mencoba Bakpia yang satu ini, bunda enggan beralih ke Bakpia yang lain. Ayahpun merasakan Bakpia yang satu ini lebih lembut dan lebih nikmat dibandingkan bakpia yang lain, terutama rasa Kumbu hitam dan kejunya, tapi kalau harus antri untuk mendapatkannya, Ayah lebih prefer cari yang lain.
Sempat Ayah utarakan, apa mau mencoba bakpia Djava yang di rekomendasikan beberapa teman-teman di internet, namun kata bunda, nanti aja deh, kita jalan-jalan dulu aja. Dan jalanlah GL menuju candi prambanan. Di Jalan menuju prambanan sempet melihat Bakpia Djava, dikiri jalan, nanti deh sepulang dari Prambanan kita coba mampir.
Sepulang dari objek wisata Candi prambanan dan menikmati soto Kadipiro, hujan turun dengan lebatnya. Rencana untuk ke keraton, Malioboro dan taman pintar terpaksa di cancel. Ditengah hujan lebat Ayah dan Bunda sepakat bagaimana kalau kita ke bakpia Kurnia sari yang ada di glagahsari, kebetulan lokasi jalan glagahsari berhasil ditemukan di gmaps, berbekal navigasi paket hemat, kita menuju ke jalan ini.
Sampai di lokasi, ternyata sudah habis, disarankan ke toko satunya lagi, yang hanya selisih 5 rumah, untungnya di toko satunya ini, masih tersisa beberapa bakpia rasa kacang hijau (yah Ayahkan sukanya kumbu hitam atau keju, hiks), daripada rempong lagi cari-cari bakpia, jadilah kita membungkus 14 paket isi 20 dan 2 paket isi 15.
Harga untuk paket yang berisi 20 : 36rb
Harga untuk paket yang berisi 15 : 27rb
Untuk yang butuh informasi alamat dan nomor telpon bakpia Kurnia Sari berikut informasinya, diambil dari bungkus depan bakpia
– Jalan Glagahsari 91C telp (0274) 380502 Jogjakarta
– Jalan Glagahsari 112 telp (0274) 375030 Jogjakarta
– Ruko Permai, Pogung Lor No. 6 telp (0274) 625279 jalan Ringroad utara Jogjakarta
image
Buat yang masih bingung lokasi bakpia Kurnia sari, kebetulan Ayah capture koordinat bakpia kurnia sari, tinggal masupin aja koordinat ini ke Gmaps atau aplikasi tracking lainnya, dan biarkan mereka membimbing anda menuju ke bakpia kurnia sari. Berikut koordinat bakpia kurnia sari yang ada dijalan ringroad utara
image
Dan ini koordinat bakpia kurnia sari yang ada dijalan Glagahsari
image
4 January 2014
Sesampai dirumah, coba buka satu bakpia yang bertuliskan kacang hijau, ups kok rasanya seperti rasa keju, telisik punya telisik, ternyata benar bakpia rasa keju, sepertinya salah contreng nih,
image
rezeki emang ngak kemana, bakpia kacang hijau rasa keju, hihihi.
Kalau inget perjuangan dan keberuntungan mendapatkan bakpia kacang hijau rasa keju, rasa bakpia jadi semakin nikmat, apalagi kalau ditemani secangkir teh hangat sambil menghirup udara pagi yang segar.
image
Easy like sunday morning
Apa bakpia kesukaanmu?


Sumber : My Lovely Baby (Blog lama)

Saturday, February 13, 2016

ini Medan bung, eh bukan dink, ternyata Deli serdang part 2


14 November 2013
Setelah bernostalgia kuliner dan beristirahat semalaman, saatnya memulai aktivitas pagi dikota Medan. Mau coba jalan-jalan pagi disekitar hotel, melihat dari dekat aktivitas warga Medan dipagi hari. Awalnya hanya ingin jalan memutar lapangan di depan hotel, namun karena lokasi hotel ternyata cukup dekat dengan stasiun Medan, jadi sekalian jalan-jalan kesana.
image
Stasiun Medan
Lapangan merdeka
Saat berjalan menuju stasiun Medan, kebetulan melewati lapangan, kayaknya tempatnya asik, teduh, dan banyak warga Medan yang beraktivitas pagi, ada yang jalan pagi, lari, senam bahkan ada yang sedang berolahraga Wushu.
image
dan setelah masuk area lapangan, baru tau kalau ini adalah lapangan Merdeka, selain untuk lari, jalan dan senam, dilapangan ini juga disediakan alat-alat fitnes. Wah seru juga nih, warga bisa memanfaatkan semua fasilitas ini secara gratis
image
Mencoba salah satu alat fitnes
Akhir-akhir ini, kalau sedang ada tugas kenegaraan keluar kota, Ayah coba sempatkan untuk sekedar jalan pagi disekitar hotel, selain bisa menjaga kebugaran, Ayah juga bisa melihat aktivitas warga di daerah yang Ayah kunjungi.
image
Rute tracking jalan pagi di Medan
Pancake Durian
Selesai menunaikan tugas kenegaraan, waktunya makan siang. Makan siang kali ini bertempat di rumah makan Nelayan, ups tapi kok rasanya tidak sedahsyat kunjungan sebelumnya ya, kayaknya salah pilih menu nih. Untungnya menjelang selesai makan siang, ada penampakan si Ijo, yang ternyata pancake durian (maklum baru kali pertama nyoba si Pancake ini, hehehe), rasanya maknyusss, pas dengan selera Ayah.
image
Kalau mampir ke Medan, jangan lupa cicipi makanan yang satu ini ya
Steam Bawal
Sebelum menjalankan tugas kenegaraan selanjutnya, isi perut dulu agar tidak keroncongan saat bertugas, bingung mau makan malam apa, untungnya pak driver usul untuk menikmati makan ikan steam, apaan tuh?
Ngak pake lama, sampailah Ayah dan teman-teman di rumah makan Bintang Bawal. langsung pesan menu spesial steam bawal, tak lupa pesan sayurnya juga, ada sayur bunga pepaya ternyata. Dan sebagai pelengkap jus martabe alias markisa terong belanda.
image
Steam bawal yang berkuah bening disertai kedelai dari tauco, rasanya segar dan mantaaab, untuk teman-teman yang singgah ke Medan, sebaiknya mampir kesini karena rumah makan ini tidak membuka cabang.
Oleh-oleh
15 Desember 2013
Baru ngeh per besok pagi sudah harus kembali ke Jakarta, tak sempat lagi kalau cari oleh-olehnya sebelum berangkat besok, jadilah diputuskan untuk mencarinya sore ini.
Bika Ambon
Sejak 8 tahun lalu, meskipun saat ini mulai banyak oleh-oleh khas Medan lainnya, kue yang satu ini, tetap menjadi salahsatu oleh-oleh khas Medan.
image
Mampir sejenak di Bika ambon zulaikha
Manisan Jambu
Ini salahsatu oleh-oleh favorit Ayah kalau berkunjung ke Medan, rasanya maknyusss
image
Lagi-lagi pengalaman pertama merasakan manisan jambu ya di Medan, baru deh mulai ngeh kalau makanan yang satu ini tersedia juga dibeberapa pusat perbelanjaan disekitar jabitabek.
Bolu Meranti
Rasanya yang enak membuat orang yang ke Medan menyempatkan diri untuk membawa bolu ini sebagai oleh-oleh khas Medan.
image
Teri Medan pasar Sentral
Pada kunjungan sebelumnya, Ayah pernah bawa oleh-oleh teri Medan. Pas buat yang sudah berkeluarga, karena oleh-oleh ini bermanfaat untuk diolah kembali seperti menjadi nasi goreng teri Medan
image
Sayang pada kunjungan kali ini, Bunda tidak mau dibawakan si ikan kecil khas Medan ini, jadi cukup menemani om Sas dan om Buper membeli oleh-oleh ini dipasar central
Bawal masak Tauco
Selesai cari oleh-oleh, dan istirahat sejenak di Hotel, saatnya mencari makan malam. Makan malam kali ini di tempat makan pinggir jalan, namanya rumah makan Yulia. Tempatnya ramai, sayang karena ramainya, pelayanan tidak bisa optimum, beberapa kali petugasnya kelupaan membawa pesanan minuman, karena tidak dicatat. Tapi ikan bumbu tauconya bolehlah sebagai penutup kekurangan pelayanan yang diberikan.
image
Ucok Durian
Selesai makan malam, waktu yang ditunggu-tunggu sejak kedatangan pertama di Medan, apalagi kalau buka. Makan durian Medan. Setelah pak supir meliuk-liukan Inova di lalulintas kota Medan, sampailah Ayah dan teman-teman di tempat makan durian, namanya Ucok Durian, tempat yang seru buat menikmati durian rame-rame.
Setelah duduk dan memesan Durian, ngak pake lama, durianpun tersaji di meja santaaap. Rasanya mantab-mantaaaab semua, kakau melihat prosesnya, sebelum durian disajikan, petugas yang membuka durian memeriksa dulu apakah ada durian yang busuk atau tidak, kalau tidak langsung disajikan ke meja customer. Bener-bener oke punya, rasanya maknyusss semua.
image
Selain bisa menimati durian langsung, ditempat ini kita juga bisa membeli durian untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh, sudah ada pilihan paket-paketnya, tinggal pilih, nanti petugasnya langsung membungkusnya dengan semacam plastik wadah microwave yang didalamnya diberi daun dan penutup lakban agar tidak tercium bau durian.


Sumber : My Lovely Baby (Blog lama)

ini Medan bung, eh bukan dink, ternyata Deli serdang part 1

13 November 2013
Setelah lama tidak mengunjungi kota Medan, hari ini Ayah bersama om Sas dan om Buper dapat tugas kenegaraan ke Medan. Ditemani plant VS Zombie dan bacaan sifat sholat Nabi, 2 jam seperempat perjalanan dari Jakarta ke Medan terasa cepat sekali
image
Sampai di kualanamu, Ini Medan bung, eh bukan dink termyata Deli Serdang.
Ngomong-ngomong Kualanamu, pasti banyak yang terpesona dengan bandara ini, karena selain baru dan luas, tempatnya terkesan bersih dan teratur, sampai-sampai om Sas menyamakan bandara ini dengan bandara Narita Jepang, kalau bagi Ayah bandara kualanamu adalah versi kecil-sedangnya bandara suvarnabhumi, Thailand
image
Penampakan bandara suvarnabhumi eh kualanamu

Ayah pribadi sebenarnya ingin merasakan hebatnya kereta bandara dari kualanamu ke Medan, namun situasi belum memungkinkan, jadi perjalanan ke arah Medan ditempuh menggunakan roda empat.
image
Foto informasi stasiun yang terintegrasi dengan bandara Kualanamu

Setelah bertemu teman-teman di Medan, saat yang paling ditunggu-tunggu tiba, yaitu makan siang, maklum pagi ini berhasil melewatkan sarapan pagi dipesawat. ngak ngeh nama tempatnya masih disekitar daerah Tanjung Morawa, tapi telur bebek goreng dan daun singkong tumbuknya numero uno, jadi nambah deh makannya, hehehe
image
Daun singkong tumbuknya keburu habis disantap sebelum sempat terabadikan.

Nostalgia Kuliner
Makan sudah, ketemu teman-teman regional sudah, menjalankan tugas kenegaraan bisa dibilang sudah, tinggal melanjutkannya di Hotel sambil leyeh-leyeh, Izin sejenak untuk kembali menuju hotel.
Setelah cukup istirahat dan menjalankan tugas kenegaraan untuk meeting besok, makan malampun tiba. Untuk makan malam hari ini, sudah request ke om Sas dan om Buper untuk ke Mie Aceh Titi Bobrok, mau nostalgia Kuliner. buat yang pertama kali mendengar titi bobrok memang sedikit asing dengan kata ini, tapi buat orang yang tinggal di Medan kata ini sudah populer.
Naik apa nih ya ke tempatnya, maklum ngak mau ngerepotin temen-temen yang ada disini cuma untuk makan malam bersama. Kebetulan di depan hotel ada abang Bentor (becak yang menggunakan motor). Setelah tawar menawar yang sengit dengan abang Bentor, berangkatlah Ayah, om Sas dan om Buper menuju mie Aceh Titi Bobrok.
image
Bentor neng eh kak, bang, nyupir sendiri biar dapet diskon, hehehehe

Kira-kira setengah jam perjalanan, sampailah di Mie Aceh Titi Bobrok, sekarang tempatnya lebih luas dan lebih ramai.
image
Mie Aceh Titi Bobrok
Sekitar 8 tahun yang lalu, untuk kali pertama Ayah dikenalkan dengan Mie Aceh, mie yang kaya dengan bumbu rempah. Jujur Ayah terkejut pertama kali mencoba mie ini, rasanya sungguh berbeda, dan sejak saat itu Mie Aceh jadi daftar list makanan favorit Ayah. Sampai sekarangpun masih berpetualang mencari mie Aceh yang cocok dengan lidah Ayah ini dia petualangannya.
Mau pesan Mie Aceh daging, ternyata dagingnya hanya cukup untuk pesanan biasa, jadi deh memesan Mie Aceh telur, ditambah roti cane, martabak dan teh tarik sebagai pelengkap.
image
Mie aceh titi Bobrok, sayang rasanya sudah tidak sedahsyat saat pertamakali mencoba.

Rambutan Binjai
Menggunakan bentor yang sama, Ayah, om Sas dan om Buper kembali menelusuri jalan pulang, teringat beberapa pedagang yang menjajakan rambutan yang begitu menggoda, Ayah dan teman-teman mampir sejenak dipedagang rambutan Binjai. Rasanya yang manis ditambah deru mesin bentor, menjadi salahsatu pengalaman yang berkesan, “menikmati rambutan binjai diatas bentor”.

Rambutan Binjai

Sayangnya, saat akan masuk ke hotel, bapak satpam melarang kita untuk membawa masuk rambutan kedalam hotel, jadilah Ayah dan teman-teman menikmati rambutan binjai di depan hotel, hiks-hiks, mana perut udah kenyang.

Bersambung ke part 2

Sumber : My Lovely Baby (Blog lama)

Friday, February 12, 2016

Another sinonggi session with Pallumara

Rabu, 23 Oktober 2013
Hari ini om Sas berencana mengajak makan malam bersama teman-teman area, namun kita bingung tempat makan malam mana yang oke. karena bingung, Ayah browsing dan cari rekomendasi tempat makan malam yang oke. Setelah dipilah-pilah, ketemulah salahsatu tempat makan yang menyediakan sajian ikan laut. Setelah di bicarakan dengan teman-teman disini, mereka lebih prefer ke rumah makan bernama Angkasa nikmat. Jadilah Ayah, dan teman-teman menuju ke rumah makan rekomendasi teman-teman area.

Sampai di rumah makan Angkasa nikmat, sudah ada banyak pengunjung yang menempati tempat duduk, artinya rekomendasi teman-teman area tidaklah salah, salahsatu ciri tempat makan enak adalah jumlah pengunjungnya.

Setelah buku menu dipegang, Ayah melihat disalahsatu menu ada makanan khas kendari yaitu sinonggi, jadi pengen merasakan sensasi makan Lem lagi hehehe, berbekal info dari mbak yang mencatat menu kalau sinonggi yang dipesan adalah porsi untuk satu orang, akhirnya Ayah dan om Arie pesan dua sinonggi untuk kita berdua.

Sejak pertama merasakan makanan khas Kendari ini, Ayah jadi penasaran mau mencoba lagi, apalagi pada kesempatan kali ini, Sinonggi dipadu dengan Pallumara, masakan khas Makassar.
Ngak pake lama, satu porsi Palumara sudah diantarkan ke depan Ayah, langsung saja Ayah seruput kuahnya, Maknyuss. Selanjutnya datanglah Sinonggi ke depan Ayah, loh kok porsinya bukan porsi untuk satu orang ya, om Arie yang kebetulan duduk disamping Ayah juga kebingungan, kirain porsi untuk satu orang.
image

Bagaimana ngabisinnya nih
Wah mbaknya ngak bilang kalau satu porsinya sebanyak ini, ini sih buat dua atau tiga orang.
Tapi nasi sudah menjadi bubur, sagu sudah menjadi sinonggi hehehe, acara santap malampun dimulai. Sensasi menikmati sinonggi terulang lagi, apalagi ditemani palumara, benar-benar nikmat.
image

Sinonggi with Palumara, saking nikmatnya, Ayahpun mengambil sinonggi beberapa kali
Meskipun sudah bertekad untuk menghabiskan sinonggi, namun apa mau dikata, perut sudah terasa penuh, sepertinya sinonggi membuat ayah menjadi cepat kenyang, mohon maaf sinonggi Ayah tidak berhasil menghabiskanmu.

Sinonggi1

Sisa Sinonggi

Apa mau mencoba makanan khas kendari yang satu ini?

Sumber : My Lovely Baby (Blog lama)

Makan Lem Siapa Takut


21 Oktober 2013
02.10

Deru mesin mobil terdengar di depan rumah, saat mayoritas warga Depok terlelap, setelah di cek ternyata taksi yang dipesan Ayah tadi sore sudah tiba. Padahal Ayah belum sempat mandi dan sikat gigi, wong pesennya jam setengah 3, cepet juga si pak supir, malah kecepetan, jadi tunggu sebentar ya pak.

Aktivitas mandi dinihari kali ini tidak senyaman mandi pagi sebelumnya, bak orang penting, mandi pagi kali ini ditungguin orang, biasanya kalo ngak ditungguin bisa 1 jam dikamar mandi, tapi berhubung ditungguin cukup 10 menit saja, hehehehe.
Untungnya sore tadi, semua bawaan sudah masuk kedalam koper, jadi ngak rempong ngurusin bawaan yang perlu dimasukkan kedalam koper. Setelah cipika-cipiki dua unyil yang masih terlelap, dan Bundanya, Ayah berangkat menuju bandara Soekarno-Hatta. Seperti dugaan, perjalanan dini hari ini, begitu lancar, langsung meminta ke pak supir untuk merubah rute perjalanan “pak ngak usah lewat tol cijago deh, lewat jalan biasa aja, tanjung barat lurus, pasar minggu nanti masuk tolnya di Pancoran “. Maksudnya sih supaya ngak kecepetan sampe bandara, tapi sampe bandara kecepatan juga jam setengah 4 pagi sudah sampai di terminal 2, kayaknya tuh supir mantan pembalap kali, hehehehe. Btw makasih pak supir sudah antar saya ke Bandara pagi ini.

Memang pagi ini Ayah berencana untuk sholat shubuh di Bandara, namun tidak mengira bisa sampai dibandara secepat ini. Daripada luntang-lantung ngak jelas, mending check in, dan cari Musholla. Selesai check in, beban koper berkurang, setelah itu cari Musholla didalam terminal 2F, ternyata Musholla yang pernah Ayah gunakan untuk sholat berganti menjadi Musholla untuk wanita, untung ngak langsung masuk kedalam, bisa-bisa cewek-cewek yang ada didalam Mushola terkagum-kagum, hehehe.

Cari-cari Mushola untuk laki-laki, ternyata letaknya di dekat lounge Garuda, masuk kedalam dan berwudhu didalamnya masih gelap, beberapa orang terlihat sedang tertidur, waktu masih menunjukkan pukul 4 kurang, lumayan masih bisa baca Al-Qur’an atau ngeblog sambil menunggu waktu sholat shubuh.
image
Mushola laki-laki diterminal keberangkatan 2F

Rekaman sholat atau aktivitas sholat di masjid lain yang dikeraskan ya?
Waktu yang ditunggu-tunggu tiba, tanpa terlihat ada orang mengumandangkan Adzan, terdengar suara Adzan Shubuh didalam Mushola, setelah selesai Adzan mayoritas jemaah diMusholla mulai melakukan Sholat sunnah Qobliyah, ups namun beberapa orang belum selesai melaksanakan sholat sunnah, terdengar suara iqomah, cepet-cepet amat.

Keanehan mulai terasa, setelah seorang jamaah maju menjadi Imam sholat dan mulai sholat, tiba-tiba terdengar suara lain juga memulai sholat, dan ketika imam sholat mengeraskan bacaan Al-Fatihah, terdengar juga suara orang mengeraskan bacaan Al-Fatihah. Seolah olah ada dua jemaah sholat didalam Mushola, padahal cuma satu. Ayah jadi bingung, jangan-jangan suara satunya lagi adalah suara rekaman orang sholat shubuh, yang sengaja diputar atau suara sholat shubuh dari

masjid/Mushola lain. Jujur Ayah merasa sangat terganggu dengan rekaman sholat ini. Untungnya Imam Sholat tidak bingung, dan terus melanjutkan sholat shubuh, jadi kami bisa menyelesaikan ibadah sholat shubuh pagi itu meskipun dengan suara latar orang sholat shubuh.
Inputan untuk pengelola Mushola bandara keberangkatan 2F, sebaiknya rekaman sholat atau suara sholat dari masjid/Mushola lain tidak perlu dikeraskan di Mushola, agar para jemaah yang sholat tidak bingung dengan suara rekaman tersebut.

Selesai sholat Shubuh, ikut menemani om Sas dan om Arie menikmati kopi sambil menunggu waktu boarding tiba. Dan setelah 30 menit waktu berlalu, terdengarlah pengumuman “penumpang Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan G604 tujuan Makassar, silakan masuk keruang tunggu” wah pesawat Ayah nih, mulailah Ayah, om Sas, dan om Arie menuju gate F2, tempat ruang tunggu penerbangan pesawat dari Jakarta menuju Kendari dan transit di Makassar.
Setengah 12 waktu kendari
Setelah transit di bandara Sultan Hasanudin Makassar, sampailah Ayah, om Sas, om Arie di Bandara Haluoleo kendari.
image
Foto bandara haluoleo

Rencana pertama sesudah mendarat di kendari adalah mempersiapkan buku, beberapa ATK, kue dan nasi kotak untuk keperluan acara besok. Setelah mampir sejenak di gramedia, depo bangunan, toko kue, restoran padang, saatnya santap siang. Saat perjalanan menuju tempat makan Ayah sudah excited, karena kita akan diantar ke tempat makan yang menyediakan menu sinonggi, makanan khas kota kendari, tidak pakai lama, sampailah Ayah, om Sas, om Arie di rumah makan Aroma Kendari.
image
yang ditunggu-tunggu akhirnya datang, sinonggi dan sop ikan
Sedikit kalap, maklum waktu sudah menunjukan pukul 2 siang, ditambah pagi ini berhasil menolak makanan yang disediakan Garuda. Untuk yang belum tau, Sinonggi adalah makanan pokok khas kendari yang berasal dari sagu, penampakannya mirip lem yang digunakan zaman Ayah saat masih SD. Cara makannya adalah sebelum sinonggi di letakkan dipiring, terlebih dahulu kuah sop ikan/sop Ayam yang jadi pendamping di masukkan kedalam piring, kuah ini berfungsi agar sinonggi tidak menempel di piring.

Setelah piring terisi dengan kuah sop, lalu kita ambil sinonggi, dengan menggulung-gulung sinonggi menggunakan sumpit stainless ala korea.
image
Selanjutnya sinonggi siap dinikmati bersama sop ikan, sambel terasi atau sambal mangga.
Buat Ayah memakan sinonggi punya kesan tersendiri, maklum tekstur sinonggi yang lengket, membuat kita yang memakannya, seperti memakan lem, tapi rasanya enak, apalagi dicampur sop ikan, sambel terasi dan tumis Pokea. jadi makan lem, siapa takut
Dari awal sudah penasaran dengan pokea, akhirnya memesan tambahan menu berupa pokea tumis, biasanya pokea disajikan dalam bentuk sate, biasa disebut sate pokea, namun karena yang ada hanya pokea tumis, akhirnya tak ada rotan, akar pun jadi, pokea adalah sejenis kerang yang hidup di sungai kendari.
Berikut penampakannya
image
Bersambung dan perlu banyak editan, Bandara Haluoleo, 25 Oktober 2013, menunggu pesawat menuju ke Makassar-Jakarta

Sumber : My Lovely Baby (Blog lama)

Thursday, February 11, 2016

Nyoto yuk

12 oktober 2013
Hari ini De Saputro berencana silaturahim ke tempat engkong di Bekasi, 2nd hometownnya Ayah dan Bunda.
Selain silaturahim, tentu saja nostalgia kuliner favorit Ayah saat Ayah masih tinggal di Bekasi, Bekasi barat tepatnya. Kuliner yang sekarang hampir tidak dilewatkan saat kunjungan kerumah engkong adalah soto ayam Lamongan di perumahan Harapan baru 1, kalau dulu untuk Nostalgia kuliner, terkadang masih harus berbagi menu favorit dengan Bunda yaitu mie Bangka, tapi kayaknya sekarang Bunda sudah mulai ketagihan soto ayam, hihihihi.

Kira-kira 15 tahun lalu, saat Ayah masih duduk dibangku SMA, Engkong mengajak Ayah makan soto di depan ruko Harapan baru, namanya Soto Lamongan. Tempatnya sederhana, berbekal gerobak dan bangku panjang dari papan, makanlah Ayah bersama Engkong di kedai soto Ayam, pengalaman pertama inilah yang membuat Ayah berkesan, dengan menu soto campur (nasi dan sotonya dicampur kedalam mangkok), rasa sotonya sungguh berbeda, itulah kali pertama Ayah mencoba soto Lamongan ini.

Sejak saat itu Ayah mulai rutin diajak Engkong menikmati soto Lamongan. Apalagi kalau sudah minggu pagi, biasanya Ayah, Engkong, Pakde Reza dan om Ricky mengkhususkan diri menikmati soto yang satu ini.
Jangan bingung kalo di Ruko Harapan baru, teman-teman tidak menemukan tulisan Soto Lamongan, karena spanduknya bukan soto Lamongan lagi tapi soto Surabaya. Seingat Ayah, perubahan nama soto Lamongan ini dipicu oleh peristiwa bom Bali 1, kok bisa? Apa hubungannya bom bali dengan soto?
Dulu saat kejadian Bom Bali, beritanya benar-benar heboh, hampir semua orang up to date dengan berita yang satu ini. Terutama saat pelaku vom Bali berhasil diungkap Polisi, ada salahsatu pelaku yang kebetulan berasal dari daerah Lamongan. Disinilah peristiwa penggatian nama soto Lamongan berganti menjadi soto Surabaya berasal.

Ayah : Loh kok spanduknya diganti mas
Penjual Soto : Iya Mas, bosen saya ditanya, apa rumahnya deket dengan pelaku bom Bali, nanya ini lah itulah.
Ayah : ooo
Beginilah dahsyatnya pengaruh keburukan, bahkan seorang penjual soto yang tidak tahu menahu tujuan dari pembom bali ikut terkena getahnya, betapa besar keburukan yang disebabkan Bom Bali. Bukankah Islam mengajarkan pentingnya akhlak?
Apakah mungkin agama yang memerintahkan kita untuk menghormati dan berbuat baik kepada kedua orangtua, mengajarkan kita untuk mengebom orang-orang tidak bersalah, membuat orang-orang yang hampir mendapat hidayah menjadi membenci Islam, membuat Muslim dicap teroris, diperlakukan buruk dan masih banyak keburukan-keburukan lain yang diakibatkan peristiwa bom Bali ini.

Jadi ngomongin yang lain, maaf yah teman-teman. biar deh, soalnya sebel aja, karena Islam yang Ayah tau tidak seperti itu (mengajarkan orang jadi Parno)
Apapun tulisan nama soto itu sekarang, Ayah akan tetap mengingatnya sebagai soto Lamongan.
Campur mas, jangan pake kulit ya, itu kata yang biasa Ayah bilang ke penjual soto untuk menu favorit Ayah. Ada beberapa opsi saat menikmati soto Ayam disini, yang pertama adalah menu pisah apa campur, maksudnya nasinya langsung dicampur kedalam mangkok atau dicampur didalam perut atawa dipisah dipiring yang berbeda. Kalau anda telur muda, ati ampela atau ceker bahkan kepala Ayam anda bisa memintanya tapi tentu saja bergantung kepada persediaan.

Terakhir Ayah kesini, Mas penjualnya yang meracik sotonya, hasilnya maknyuss dan yang pasti porsinya banyak, hehehe. Thanks to pak Soto Lamongan.
Soto Bekasi
jadi ngiler, pengen makan soto

Jadi, apa sudah makan soto Ayam hari ini?

Sumber : My Lovely Baby (Blog lama)

Nikmat dan pedasnya nasi Bebek Mak Isa


Saat menunaikan tugas kenegaraan pak Budar ngajak makan siang nasi bebek, namun sayang Nasi bebeknya sudah habis, lagian makan siang jam setengah tiga sore, hehehe, jadilah siang menjelang sore kami nikmati makanan dari tanah minang.
Kali kedua dapat kesempatan lagi untuk mencoba makan siang di nasi bebek mak Isa, datang bersama om Sas dan om Udin, agar tidak kehabisan seperti kedatangan pertama, kali ini Ayah datang lebih awal yaitu jam setengah 12 siang.
Hanya ada sekitar 6 meja dibagian dalam dan 2 meja di bagian luar. Bagi Anda yang terbiasa makan ditempat yang cahayanya terang, ber AC, tempatnya bersih dan terlihat higienis, jangan kaget ketika anda akan menikmati nasi bebek, ditempat ini anda tidak akan mendapatkan semua fasilitas tersebut. Jadi kalau anda kurang berkenan untuk makan ditempat, opsi bungkus menjadi opsi yang cukup tepat.
Sampai ditempat masih ada beberapa meja yang belum terisi, namun beberapa orang sedang menunggu pesanan nasi bebek untuk dibungkus, ada yg pesan 2 bungkus, 5 bungkus bahkan ada yang memesan sampai 25 bungkus.
Baca juga : Nyoto Yuk.!!
Tidak lama setelah duduk datanglah pegawai nasi bebek mengantarkan 3 piring nasi bebek, padahal kita belum pesan dan kasih isyarat ke pegawainya sama sekali, setelah beberapa kali kunjungan ke tempat ini, tahulah Ayah kalau layanan langsung antar ke meja ini adalah default pelayanan mereka, jadi kalau hanya ingin pesan nasi bebek untuk dibawa pulang/bungkus, jangan duduk dimeja untuk makan, bisa-bisa anda langsung diberi sepiring nasi bebek. Apalagi kalau datang cuma untuk ngobrol, hehehe
Bebek Mak Isa
Berikut penampakannya
Tampilan sih kurang atraktif, tapi saat mencoba saus/bumbu bebeknya, rasa pedasnya pas untuk Ayah, ini nih nasi bebek yang dicari. Segera Ayah kirimkan penampakan foto nasi bebek ke Bunda dan menceritakan rasanya. Sepulang dari nasi bebek mak Isa, Ayahpun membungkus 2 potong bebek untuk dinikmati bersama Bunda.
Malamnya setelah pulang kantor, bersama Bunda, Ayah nikmati nasi Bebek sepiring berdua, biar kesannya romantis padahal sih lagi penghematan, hehehe. Dan kesan pertama bunda mencoba nasi bebek mak Isa sama dengan Ayah, nikmat pedasnya sesuai selera, dan yang pasti bikin ketagihan, hehehe, sejak saat itu bebek mak Isa menjadi salahsatu daftar makanan rekomendasi De Saputro.
Mak Isa1
Penampakan warung nasi bebek Mak Isa, dari kedatangan Ayah pertama kali sudah sekali ganti spanduk.
Untuk teman-teman yang ingin merasakan nikmatnya nasi bebek mak Isa bisa datang ke jalan Bekasi timur Raya didaerah cipinang. Kalo teman-teman dari arah stasiun jati negara tepat setelah penjara/lembaga pemasyarakatan cipinang ada pertigaan ambil jalan kekiri yang menyebrangi jalan kereta.jalan tersebut adalah jalan bekasi timur raya, ikuti saja jalan tersebut, setelah melewati komplek polri, disebelah kanan akan ada bebek mak Isa, ambil jalan memutar dan sampailah di depan bebek mak Isa
lokasi-nasi-bebek-mak-isa
Selamat mencoba

Sumber : My Lovely Baby (Blog lama)

Wednesday, February 10, 2016

Akhirnya menemukan Nasi Bebek juga di Depok

Sejak Kesengsem sama nikmatnya Nasi Bebek Mak Isa yang ada di daerah cipinang, Ayah dan Bunda cari-cari dan icip-icip Nasi Bebek lain yang kira-kira bisa mengobati rasa rindu akan pedasnya Bebek Mak Isa, maklum tidak setiap saat Ayah dan Bunda berkesempatan datang ke Nasi Bebek yang terletak di jalan Bekasi timur raya ini.
Lokasi Nasi Bebek Mak Isa
Kesempatan untuk datang Ke Bebek Mak Isa adalah bila kebetulan ayah ada tugas kenegaraan ke daerah Pulo gadung, atau saat bersilaturahim ke rumah Engkong atau meniatkan diri untuk berkunjung secara khusus ke tempat nasi bebek ini.
Baca juga : Nikmat dan pedasnya nasi Bebek Mak Isa
sudah cari-cari tempat yang menjajakan Nasi Bebek yang ada di Depok, namun belum ketemu juga. Kalau diperhatikan kebanyakan Nasi Bebek ada di daerah Jakarta Timur atau utara.
Beberapa hari terakhir ini, Ayah sedang senang-senangnya mencoba jalur baru dari kantor ke rumah, yaitu lewat jalan kahfi 2 dan menembus jalan kecil dan disambung lewat jalan raya kukusan, saat sedang mengantri dikepadatan persimpangan kukusan Depok, tak sengaja, mata Ayah melihat sekelebat penjaja Nasi Bebek Madura di perempatan jalan tersebut, dalam hati, boleh nih kapan-kapan mencoba nasi bebek yang satu ini

Beberapa hari berselang, bersama Bunda, akhirnya berkunjung juga ke penjaja Nasi bebek diperempatan kukusan ini. Bungkus satu untuk dimakan sepiring berdua pacar, dan dua potong bebek untuk Eyang kakung dan eyang uti

saat mencoba pertama kali Nasi Bebek ini, rasanya lumayan, pedas, cukup untuk menjadi obat kangen Nasi Bebek Mak Isa
Nasi Bebek Kukusan
penampakan Nasi Bebek perempatan kukusan, ternyata nasi bebek ini cabang nasi bebek klender
harga seporsi nasi bebek (potongan kecil) plus Nasi, cukup 13rb rupiah saja, kalau pilih potongan yang besar perpotong kena 20rb rupiah, Untuk Ayah dan Bunda, lebih suka yang kecil, karena selain lebih murah, bumbunya juga terasa lebih meresap.
HJ BuetSaat kembali untuk kesekian kali dan memarkirkan SX125 di samping tenda, baru ngeh ada nama nasi bebeknya, yaitu nasi bebek HJ Buet

Untuk teman-teman yang ingin mampir merasakan makanan khas Madura yang satu ini, bisa datang keperempatan kukusan, berikut petanya
Lokasi Bebek Depok
apa kamu suka makan nasi Bebek?

Sumber : My Lovely Baby (Blog lama)

Saturday, January 9, 2016

Gyannara Pindah Blog ke Blogger

Catatan Gyannara
Hallo sahabat pembaca blog ini.. :) ini adalah blog pindahan saya dari www.gyannara.wordpress.com saya berpindah alih karena ingin mencoba hal-hal baru dari dunia blog. Sayang si sebenarnya, karena jika blog ini ada, maka blog lama saya yang di wordpress tidak akan terlalu saya perhatikan karena rencananya saya akan memindahkan sebagian catatan-catatan saya ke blog in.

Oh ya, karena ini hanyalah catatan kecil sepertinya sudah cukup disini saja tulisan ini, simple yah? hehe.. nanti kalau lagi banyak kesempatan untuk nulis baru deh buat tulisan yang banyak.
soalnya sekarang saya lagi sibuk mempersiapkan kematangan blog ini. lagian artikel ini saya buat hanya untuk memberikan informasi awal jika saya telah berpindah blog dari wordpress ke blogger. :)
oke.. salam dari saya dan sampai jumpa di artikel selanjutnya :)